NATAL KERUKUNAN MERUPAKAN WUJUD KEBERSAMAAN KELUARGA BESAR PAPUA SELATAN DI TANAH PERANTAUAN
NATAL KERUKUNAN MERUPAKAN WUJUD KEBERSAMAAN KELUARGA BESAR PAPUA SELATAN DI TANAH PERANTAUAN

![]() |
| Ibada Perayaan Natal Bersama Keluarga Besar PS di Manokwari (19-12-2017). Tempat Asrama Mahasiswa Anim-Ha (Foto: Issad Minipko) |

atal merupakan momen dimana umat kristiani dapat mempersiapkan diri untuk menerima kedatangan sang raja Damai yaitu Yesus Kristus penyelamat umat manusia yang jatuh pada setiap tanggal 25 desember.
Sebagai umat yang percaya kepada Tuhan, kita harus mempersatukan hati dan bergandeng tangan untuk terima Kristus dalam hati kita. Perayaan natal juga membawa damai dalam hidup kita, sehingga sebagai keluarga Allah kita selalu hidup dengan memuliahkan nama-Nya.
Perayaan Natal Ikatan Kerukunan Keluarga Besar Papua Selatan (PS) di kabupaten Manokwari merupakan event yang pertama kalinya dibuat di Manokwari sehingga momen ini menjadi sejarah bagi warga PS di tanah perantauan.
Kali ini perayaan natal bersama mahasiswa dan masyarakat yang selenggarakan adalah sebagai wujud kebersamaan yang baru dilakukan guna menghimpun kembali warga PS di kabupaten Manokwari. Kegiatan Natal bersama ini juga untuk membangkitkan semangat berpartisipasi dalam hidup berkerukunan antar sesama masyarakat PS.
Disisi lain dari makna natal ini mahasiswa dan masyarakat PS bisa selalu bersatu sebagai satu keluarga dengan tidak membeda-bedakan suku dan agama sehingga dapat tercipta suatu iklim yang kondusif dan aman antar sesama warga PS di Manokwari.
Hal ini disampaikan Ketua Ikatan Kerukunan Keluarga Besar Papua Selatan di Manokwari Sersan Major Tanus Kimku saat membawakan sabutan. Menurut Tanus, warga Papua selatan sejak dulu belum perna dibuat kegiatan natal bersama seperti ini, dan kegiatan kali ini merupakan yang pertama kali dibuat di Manokwari sehingga dirinya memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada mahasiswa dan masyarakat yang sudah bekerja sama untuk mensukseskan kegiatan natal bersama ini. Oleh sebab itu selaku ketua kerukunan keluarga besar masyarakat PS di tanah perantauan di Manokwari mengimbau kepada masyarakat dan mahasiswa untuk selalu bersatu dan bergandeng tangan sebagai manusia sejatih sesuai dengan nama wilayah kultur Papua Selatan yaitu Anim-Ha.
Sementara itu, dari makna natal ini mahasiswa bisa lebih giat untuk selalu dekat dengan kegiatan rohani di gereja maupun di lingkup kampus untuk memuliakan nama Tuhan sehingga Tuhan mampu membuka jalan untuk menempuh keberhasilan dalam bangku kuliah.
Oleh sebab itu mahasiswa perlu bersatu, demikian disampaikan Geradus Tembut selaku ketua Himpunan Mahasiswa, Pemuda dan Pelajar Papua Selatan kota studi Manokwari. Menurut Geradus mahasiswa PS mulai dari sekarang kita bersatu dan maju dengan mempersatukan presepsi dan pola berpikir yang sama guna membangun Papua Selatan kedepan.
Sementara itu, Yohanes Ada’ Lebang S.P.,M.Si selaku Pembina Himpunan Mahasiswa, Pemuda dan Pelajar PS kota studi Manokwari mengatakan, mahasiswa sebagai agen of change sehingga perlu dekat Tuhan agar semua apa yang kita rencanakan bisa berhasil. Lanjut Joe (sapaan), dari makna natal ini mahasiswa dan masyarakat tutut berpartisi dengan pemda Manokwari dalam pelayanan pembangunan di daerah ini sehingga dapat terciptanya hubungan kerja sama yang baik antar pemda Manokwari dan masyarakat PS yang ada.
Pada kesempatan itu Pria kelahiran Kepi kabupaten Mappi ini berharap kepada keempat kabupaten di wilayah selatan yakni Merauke, Mappi , Boven Digoel dan Asmat untuk dapat bekerja sama dalam meningkatkan pelayanan SDM, terutama menyediakan asset bagi mahasiswa PS di Manokwari. Menurutnya, keempat pemda harus melakukan koordinasi untuk membangun satu asrama mahasiswa yang layak untuk menampung seluruh mahasiswa PS di dalamnya.
Sementara itu, bupati Manokwari dalam sambutannya yang dibacakan oleh asisten 1 kabupaten Manokwari bapak Wanto, mengharapkan peran aktif masyarakat dalam mendukung semua program pemerintah, termasuk mahasiswa sebagai promotor generasi penerus bangsa sehingga mahasiswa dan masyarakat PS khusus di kabupaten Manokwari harus selalu bersatu untuk maju bersama. Wanto juga mengatakan, saat ini banyak persoalan yang terjadi di kalangan masyarakat umum diantaranya persoalan minuman keras, lemfox/ aibon, sex bebas, persoalan HIV/AIDS yang semaking tinggi, penangan sampah di areal pemukiman, serta berbagai permasalahan lain yang perlu diselesaikan bersama pemerintah dan masyarakat. Oleh dirinya berharap dengan momen natal ini pemerintah bisa bergandeng tangan dengan masyarakat dan mahasiswa PS di manokwari untuk mengatasi semua masalah ini. Ujar Wanto.
Pada kegiatan natal bersama keluarga besar PS ini juga turut hadir bupati Manokwari yang diwakili oleh Asisten 1 bapak Wanto dan ketua DPRD kabupaten Manokwari yang diwakili salah satu anggota DPRD Trisep Kambuaya. Selai itu juga turut hadir BEM eksekutif mahasiswa Universitas Papua serta para mahasiswa dan masyarakat PS.
Untuk mensukseskan kegiatan natal bersama ini diperoleh dana sebanyak 7.000.000 ( tujuh juta rupiah ) yang ,merupakan sumbangan masyarakat dan mahaiswa PS di Manokwari. Kegiatan pencarian dana hanya dilakukan dalam waktu dua minggu. Demikian disampaikan coordinator pelaksana perayaan natal bersama Charles Kenakop.
Kegiatan perayaan natal bersama ini dilaksanakan dengan lancar hingga selesai.
(*7)

No comments