Ketua Tim BS: Disela-sela Kunjungan Keluarga Sempat Meluangkan Waktu untuk Mahasiswa. Usul Asrama Mahasiswa di Manokwari Pemda Siap Eksekusi.
![]() |
| Foto: Ketua tim BS bersama mahasiswa BoDi dan pemilik rumah tempat asrama mahasiswa. Manokwari ( Kamis,13/06/2019) |
Manokwari, Atmimnews - Ketua tim pembagian Bantuan Studi (BS) mahasiswa kabupaten Boven Digoel Herodien Wanggai, S.Sos saat melakukan kunjungan keluarga di Manokwari pada hari (Rabu, 12/06/) sempat meluangkan waktu untuk melakukan tatap muka dengan mahasiswa asal kabupaten Boven Digoel di kota studi Manokwari. Kehadiran orang nomor satu pembagian BS ini sempat meluangkan waktu satu hari untuk duduk bersama mahasiswanya. Kedatangan ketua tim ini pun terkesan membawa semangat dan harapan baru bagi seluruh mahasiswa asal kabupaten Boven Digoel di kota studi Manokwari. Dalam arti bahwa selain kujungan pribadi juga bilau sempat meluangkan waktu untuk mahasiswa juga, dan sudah berdiskusi untuk menyampaikan beberapa pendapat dan keluhan mereka (mahasiswa/red) kepada yang bersangkutan( ketua tim BS).
Pada kesempatan tatap muka pada hari (Kamis, 13/06) di salah satu hotel dimana tempat penginapannya, Wanggai menjelaskan kepada mahasiswa yang dihadiri oleh badan pengurus mahasiswa dan para senior untuk segerah menyiapkan berkas-berkas untuk penerima bantuan studi untuk tahun ini. Lanjut penjelasannya, bagi mahasiswa yang sudah perna menerima bantuan studi berjalan maka wajib mengisi form yang sudah disiapkan oleh tim sebagai laporan penggunaan dana BS tahun sebelumnya agar menjadi acuan pertanggung jawaban pemda jika ada pemeriksaan dari BPK/KPK, sementara bagi mahasiswa yang baru mo terima BS yaitu tahun masuk 2018 tidak dapat mengisi form tersebut, mereka hanya menyiapkan berkas-berkas kuliah saja, jelas Wanggai.
Sedangkan berkas kuliah bagi mahasiswa lama wajib melampikan bersamaan dengan form/balngko yang disiapkan pemda (tim BS). Pada form tersebut mahasiswa wajib mengisi sesuai kebutuhan penggunaan dana yang sudah digunakan, misal pembayaran SPP, belanja buku tulis, biaya praktek, dll. itu semua akan dilampirkan dengan bukti dan kwitasi bila di transaksi di toko atau rental. ujar Wanggai. Mengingat waktu pembayaran BS yang sudah dekat maka dirinya meminta kepada badan pengurus Ikatan Mahasiswa Boven Digoel (IMBD) di kota studi Manokwari untuk secepatnya menyiakan berkas-berkas yang dimaksud untuk bisa dikirim ke pemda agar proses transaksi BS pun bisa terlaksana dengan cepat, jelas Wanggai.
Sementara untuk bagi mahasiswa yang belum mendapatkan BS tahun lalu juga akan kirim berkas mereka dan mereka yang belum dapat tahun kemarin akan didata nama-namanya oleh badan pengurus mahasiswa dan sekaligus dilampirkan bersamaan dengan berkas penerimaan tahun lalu dan akan dikirim ke pemda. Pemda akan cross check semua berkas-berkas tersebut dan melakukan transaksi pembayaran sesuai berkas yang sudah diterima dari mahasiswa. ucap Wanggai.
Utuk format form/ blangko bisa dilihat disini:
![]() |
| contoh form laporan bantuan studi |
Ketua IMBD Manokwari Walterus Waap mengatakan, setelah pertemuan dengan ketua tim kami dari badan pengurus mahasiswa akan melakukan pertemuan untuk menyampaikan hasil ini kepada mahasiswa sesuai arahan ketua tim. Badan pengurus sudah kumpulkan berkas dari setiap mahasiswa lalu akan konfirmasi ke ketua tim untuk proses selanjutnya. Kami tetap ikuti petunjuk ketua tim maka itu saya akan membuat pertemuan dengan mahasiswa dan menyampaikan apa yang sudah kami dengar langsung dari mulut ketua tim. yang jelasnya mahasiswa harus mengikuti aturan pemerintah dan pengurus pun akan memberi waktu untuk menyiapkan berkas mereka (mahasiswa) secapatnya supaya bisa kami laporkan ke tim, ujar Waap.
Sementara Emanuel Dokay selaku mantan ketua ikatan mahasiswa Boven Digoel periode 2016-2017 memberikan apresiasi kepada pemda Boven Digoel (ketua tim BS) yang sudah meluangkan waktu untuk bertatap muka dengan mmahasiswa yang diwakili oleh badan pengurus dan para senior. Dia juga menyampaikan terima kepada pemda boven digoel yang selalu memberikan perhatian yang besar terhadap SDM kabupaten Boven Digoel di setiap kota studi di seluruh tanah air ini dan lebih khusus di kota studi Manokwari ini serta selalu membangun hubungan baik dengan pemda pemda boven dalam mhal koordinasi. ungkap Dokai yang juga selaku mantan aktivis BEM Unipa ini. Dokay pun berharap kepada pemerintah daerah kabupaten Boven Digoel untuk terus berupaya dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM) Boven Digoel untuk kepentingan daerah kedepan, terutama menyiapkan tempat tinggal asrama bagi mahasiswa di setiap kota studi supaya mahasiswa bisa nyaman tinggal dan belajar. Selain itu dia juga berharap pembagian bantuan studi ini bisa tepat waktu sehingga mahasiswa bisa pake untuk keperluan kuliah seperi bayar SPP dan lain-lain. Jika pemda bayar pada waktu pertengahan kuliah maka mahasiswa akan alihkan uang BS itu ke keperluan diluar dugaan karena keperluan mendesak seperti bayar SPP sudah lewat waktu sehingga tentu mereka pun pikir yang lain-lain lagi, na ini masukan untuk pemda saja klo bisa tepat waktu pembayan SPP supaya mahasiswa bisa gunakan uang ini dengan baik dan benar, tutur Dokay.
Hal senada juga disampaikan oleh Issac Minipko selaku pengawas kontrakan mahasiswa kabupaten boven digoel. Menurut Issac, memang pemda punya kewenangan dan punya aturan yang sudah mengikat pada aturan aturan bupati melalui surat keputusa (SK) bupati untuk pembagian bantuan studi sehingga ade-ade mahasiswa bisa mengikuti kebijakan dari pemda, jelas Issac. Pria yang juga sedang melanjutkan studinya di Universitas Papua ini berpesan kepada pemda Boven Digoel untuk terus memberikan perhatian terhadap SDM nya karena menurutnya, SDM merupakan barometer perubahan pembangunan kabupaten Boven Digoel kedepan sehingga pemda perlu supot SDM nya dengan baik. Saya juga melihat pemda kami boven saat ini punya perhatian kepada mahasiswa hanya tergantung cara komunikasi kepada pemda oleh badan pengurus dari setiap kota studi. Kalo hubungan komunikasinya baik maka pemda pun akan menghargai kita, ujar Issac.
Terlepas dari itu Issac juga berharap kepada ketua tim setelah melakukan pertemuan untuk langsung mengunjungi ke lokasi rumah yang rencananya akan dijadikan sebagai asrama mahasiswa nanti. Dia juga berharap setelah melakukan survey lokasi rumah ketua tim bisa menyampaikan ke bupati Boven Digoel untuk dapat merespon apa yang menjadi harapan mahasiswa di kota studi Manokwari dan juga orang tua mahasiswa yang ada di Boven Digoel. Keluhan dan aspirasi mahasiswa kota studi Manokwari yang selama ini menjadi beban moril yang harus dijawab oleh pemda Boven Digoel yaitu hanya asrama karena sampai saat ini belum ada asrama untuk mahasiswa, yang ada hanya kontrakan dan itu pun tempat tidak cukup untuk menampung seluruh mahasiswa sehingga sebagian mahasiswa tinggal di asrama Merauke. Untuk itu kami berharap pemda dalam hal ini bupati selaku kepala daerah dan juga selaku pengambil kebijakan untuk bisa merespon aspirasi mahasiswa dan orang tua dari mahasiswa ini. Jummlah mahasiswa Boven Digoel di Manokwari saat ini mencapai 100 orang maka itu sangat butuhkan sebuah tempat layak huni bagi mahasiswa demi terciptanya SDM yang berkualitas bagi kabupaten Boven Digoel kedepan, tutur Issac.
Usai melakukan pertemuan dengan mahasiswa pada hari (kamis, 13/06) Wanggai pun langsung mengujungi tempat lokasi asrama mahsiswa kabupaten Boven Digoel yang sebelumnya telah dilaporkan oleh pengawas kontrakan mahasiswa boven digoel Issac Minipko kepada ketua tim untuk dapat melihat tempat dan lokasi asrama yang sudah di diplokasimasi kepada pemilik tempat/ rumah untuk dijadikan sebagai tempat asrama mahasiswa. Ketua tim bersama sejumlah mahasiswa langsung mengunjungi lokasi asrama tersebut.
Setibanya di rumah pemilik tempat langsung disambut baik oleh pemilik rumah dan langsung dilakukan survey lokasi rumah tersebut. Setelah melakukan survey kurang lebih 1 jam lebih, Wanggai mengatakan dirinya setelah pulang ke daerah akan bertemu dengan bupati untuk menyampaikan hasil kunjungannya ke Manokwari sekaligus menyampaikan tentang tempat asrama untuk mahasiswa ini. Dan tentu kami dari pemda tidak akan diam karena ini merupakan bagian penting yang pemda harus melihat demi kepentingan SDM Boven Digoel kedepan. Saya tidak berjanji tapi yang pastinya tempat ini pemda akan beli untuk mahasiswa tergantung keputusan bupati saja. ungkap Wanggai.
![]() |
| Foto: Pertemuan antara ketua Tim BS dan mahasiswa bersama pemilik rumah/lokasi asrama ( Manokwari: Kamis, 13/06/2019) |
![]() |
| Foto: Pertemuan antara ketua Tim BS dan mahasiswa bersama pemilik rumah/lokasi asrama ( Manokwari: Kamis, 13/06/2019) |
Sementara Eni Srimulyani selaku pemilik tempat dan lokasi asrama mengaku, tempat yang dimaksud untuk asrama mahasiswa merupakan miliknya sudah dilengkapi dengan surat-surat tanah seperti sertifikat dan hal pelepasan tanah yang lengkap sehingga kedepan tidak ada masalah lagi. Sedangkan untuk rumah sendiri sudah ada draf dena pembangunan rumah sehingga pemda boven bisa lihat langsung disitu sekaligus dengan biaya jual ke pemda yaitu sebesar 5 milyar rupiah sesuai yang sudah terterah dalam surat penyerahan hak atas tanah, jelas Ibu Sri (sapaannya). Lanjut Sri, semua surat-surat sudah saya serahkan ke ade Issac Minipko selaku pengawas yang berdiplomasi dengan saya dan dia (Issac) pastikan tim akan trun lihat survey dan tentu sudah terbukti hari ini maka saya juga tetap percaya kepada pemerintah kabupaten Boven Digoel untuk mengambil rumah dan tanah ini, oleh karena itu apabila ada pemda lain yang datang tawar maka saya akan menolak mereka, ucap Sri selaku pemilik tempat kepada ketua tim dihadapan mahasiswa. Sri menanbahkan rumah ini sangat besar dengan kapasitas ruang kamar yang banyak dengan lokasi kosong di bagian belakang yang cukup luas untuk dibangun tambahan bagunan asrama. Semua sudah dilengkapi dengan air dan lokasi ini sudah pagar temkok sehingga pemda tidak lagi membuang biaya untuk membangun pagar lagi, jelas Sri.
Keterangan singkat:
Lokasi Rumah untuk asrama mahasiswa
Alamat : Manggoapi Amban Manokwari
Jarak ke Kampus : 500 meter
Lokasi : Stategis dekat kampus
Panjang : 1300 an meter
Lebar : 40 meter
Kamar tidur : 24 kamar buah
Kamar tenga : 2 buah
Bak air : 3 buah
Luas tanah Kosong : panjang 50 meter dan lebar 40 metere
Keamanan tempat : 100% sudah dipagar
Harga rumah + tanah : 5 milyar rupiah
Surat-surat : Lengkap
![]() | ||
Foto: Bagian dalam rumah ada 24 kamar
|
![]() |
| Foto: Bagian lokasi depan rumah |
![]() |
| Foto: Bagian lokasi belakang rumah luas panjang 50 meter lear 40 meter |
![]() |
| Foto: Bagian lokasi belakang rumah luas panjang 50 meter lear 40 meter |
![]() |
| Foto: Saat berfoto bersama di halaman depan rumah |
*******************************************************************************
AtmimNews
News Reporter: Issac Minipko










No comments