Mahasiswa Tuntut Rektor Unipa Turunkan Biaya SPP
Foto: Demo mahasiswa Unipa (Selasa: 24-07-2018)
Halaman: Pintu masuk Utama Kampus Unipa
Ratusan mahasiswa universitas Papua Manokwari kembali melakukan aksi unjuk rasa di halaman kampus universitas Papua guna meminta rektor Universitas Papua (Unipa) untuk segera mencabut SK rektor terkait kenaikan biaya SPP di lingkiup kampus Unipa. Aksi ini dilakukan oleh solidaritas Mahasiswa Unipa dengan maksud untuk meminta rektor Unipa untuk memperjelaskan tujuan SK yang dibuat itu.
Ratusan mahasiswa ini langsung memadati halaman utama pintu masuk kampus sambil menyampaikan orasi mereka kepada rektor. Aksi dimulai sekitar jam 7.15 wit hingga siang. Dalam aksi tersebut mahasiswa memalang semua pintu-pintu masuk kampus. Mereka meminta rektor harus Turunkan Biaya SPP jika tidak maka kampus akan di palang sampai rektor memberikan jawaban kepada mahasiswa.
Dalam aksi ini pun mahasiswa juga menyampaikan agar rektor dan panitia pelaksana penerimaan mahasiswa baru harus memprioritaskan anak-anak asli Papua mengingat undang-undang otonomi khusus bagi OAP. Menurut mahasiswa SK yang dikeluarkan rektor Unipa ini belum ada sosialisasi sebelumnya tertkait maksud dan tujuan dari kenaikan SPP tersebut.
Sesuai SK rektor terkait kenaikan SPP dari Rp.500.000 an hingga 2 jutaan lebih ini dipertanyakan oleh semua mahasiswa di sela-sela aksi orasi tersebut. Mahasiswa pun mendesak agar rektor turun menjelaskan semua terkait SK yang di keluarkannya. Selain itu rektor harus memprioritaskan putra-putri asli Papua dalam proses penerimaan seleksi mahasiswa baru.
Mahasiswa mempertanyakan kenapa ada beberapa fakultas yang belum terakreditasi sesuai standar nasional dan mereka juga mempertanyakan fasilitas kampus yang kurang memadai seperti laboratorium belajar serta tenaga mengajar. Menurut mereka jika SPP dinaikkan maka semua fasilitas di kampus harus memadai sehingga dapat mempermudahkan mahasiswa dalam proses belajar nantinya.
Rektor Unipa yang diwakili oleh wakil rektor II bidang kemahasiswaan Hendrik Arwan saat mewakili rektor menyampaikan kenaikan SPP ini hanya di khususkan untuk mahasiswa yang mau mendaftar yaitu angkatan 2018. Namun penyampaian rektor II ini tidak ditanggapi oleh mahasiswa dan pada prinsipnya mahasiswa meminta SPP harus diturunkan seperti semula yaitu Rp. 500.000 an. Jika tidak maka kampus akan dipalang hingga ada jawaban yang valid dari rektor sendiri.
Aksi ini diawali oleh pihak polsek kelurahan Amban distrik manokwari barat, dan dalam aksi tidak terjadi anarkis semua aman-aman saja. Dari hasil pantauan kami yang hadir di aksi tersebut lebih dominan mahasiswa OAP.
Hingga berita ini dilansir belum ada tanggapan dari rektor Unipa terkait SK kenaikan SPP dan penerimaan mahasiswa baru harus diprioritaskan anak-anak OAP. Pintu kampus masih dipalang sampai rektor turun kasi jawaban tepat.
(*7)

No comments