Rektor minta data seluruh mahasiswa asal Papua
Foto: Rektor Unipa hadir menjelaskan terkait SK
Lokasi: Depan kampus Unipa (Selasa: 24-07-2018)
Terkait keputusan rektor Unipa tentang SK kenaikan SPP di lingkup kampus Unipa, rektor Unipa Dr. Jacob Manusaway saat ditemui mahasiswa di sela-sela demo mahasiswa mengatakan terkait kenaikan biaya SPP akan diturunkan kembali seperti biasa namun dengan catatan khusus yaitu rektor meminta seluruh data mahasiswa asal Papua yang kuliah di universitas Papua sehingga data itu bisa menjadi acuan bagi rektor untuk membuat MoU dengan setiap kabupaten kota yang ada di wilayah provinsi Papua dan Papua Barat, jelas rektor Unipa saat memberikan keterangan pada aksi demo tadi siang.
Menurut rektor Jacob data mahasiswa yang akan diambil itu kemudian rektor akan bertemu dengan gubernur Papua dan Papua Barat serta bupati - bupati dan wakil kota se tanah Papua sesuai data mahasiswa dari setiap daerah yang mahasiswanya terdaftar di kampus Unipa untuk adakan kerja sama sehingga otonomi khusus bagi OAP 90% yang mengalir di Kabupaten kota ini bisa memberikan sumbangsi ke universitas Papua dalam bentuk kerja sama (MoU) antar kampus dan daerah sehingga mengurangi beban SPP bagi setiap mahasiswa yang kuliah.
Rektor saat itu juga memerintahkan kepada BEM universitas Papua untuk segera melakukan pendataan setiap mahasiswa asal Papua dan memberikan data tersebut ke rektor supaya bisa didata kedalam sistem agar bisa dipanto langsung. Rektor juga berjanji MoU antar setiap daerah khususnya di dua provinsi di tanah Papua tetap akan dilaksanakan. Yang jelas saya akan turun ke setiap daerah dan ketemu dengan bupati dan wali kota untuk melakukan kerja sama supaya biaya SPP tidak saya naikan lagi, tutup Jacob.
Sedangkan terkait penerimaan mahasiswa baru pada tes masuk jalur lokal menurut rektor bahwa semua calon mahasiswa yang mau daftar bisa di mendaftar semua dan tidak di batasi kuata. Tentunya semua yang mau mendaftar silahkan mendaftar saja dulu yang penting semua data mahasiswa asli Papua harus saya pegang, jelas rektor Jacob.
Sebelumnya sementara menunggu kehadiran rektor untuk menjelaskan terkait SK yang di keluarkan, mahasiswa memalang setiap pintu-pintu masuk kampus dan juga jalan utama depan kampus dan memadati jalan raya. Akibatnya mobil dan motor tidak melalui jalur amban menuju amban pantai, sementara akses jalan depan kampus dipalang. Setelah 20 menit kemudian setelah jalan raya dipalang lalu polisi dari satuan polres manokwari hadir di tempat kejadian guna mengawasi jangan sampe ada tindakan anarkis yang dilakukan oleh para mahasiswa.
Setelah mahasiswa palang jalan lalu duduk di tenaga-tengah, 15 menit kemudian rektor hadir di tempat aksi demo dan mahasiswa menyambut rektor dengan senang hati untuk mendengarkan jawaban langsung dari orang nomor satu universitas. Padahal sebelumnya telah diwakili oleh wakil rektor III bidang kemahasiswaan Hendrik Arwam untuk menyampaikan beberapa hal namun mahasiswa menolak dan meminta rektor untuk hadir langsung dan menjelaskan.
Menyikapi jawaban rektor terkait SK kenaikan SPP dan penerimaan mahasiswa baru di kampus universitas Papua, ratusan mahasiswa yang melakukan aksi demo ini langsung membubarkan diri pulang ke tempat masing-masing. Aksi demo yang berlangsung mulai dari pukul 7.00 hingga 13.00 wit ini berlangsung dengan aman dan tidak ada tindakan anarkis yang dilakukan oleh para mahasiswa yang hadir terlibat dalam demo tersebut.
(*7)

No comments